Sevendust – Lirik Terjemah God Bites His Tongue

Face down, feeding into you, find the weakness Holding it down till we kill it
Hadap ke bawah, makan ke dalam dirimu, temukan kelemahannya. Tahan sampai kita membunuhnya
Every once in awhile, I get caught in the silver lining
 Sesekali, saya terjebak dalam hikmahnya
 
No one ever lives it
 Tidak ada yang pernah menjalaninya
(What’s the meaning? What’s the meaning?)
 (Apa artinya? Apa artinya?)
Somewhere, we all lost the spirit
 Di suatu tempat, kita semua kehilangan semangat
(Lost it all)
 (Kehilangan semuanya)
 
So save us, just so we know
 Jadi selamatkan kami, supaya kami tahu
That the bitter taste, we need it
 Bahwa rasa pahit, kami membutuhkannya
And we forgive ourselves and leave it all
 Dan kita memaafkan diri kita sendiri dan meninggalkan semuanya
 
I want it now
 aku ingin itu sekarang
Choke it all down till we’re speechless
 Choke semuanya sampai kita kehabisan kata-kata
Keep holding your breath till I need it
 Tetap menahan nafas sampai aku membutuhkannya
Every once in a while we all want that silver lining
 Setiap sesekali kita semua menginginkan lapisan perak itu
 
No one ever lives it
 Tidak ada yang pernah menjalaninya
(What’s the meaning? What’s the meaning?)
 (Apa artinya? Apa artinya?)
Somehow I know I’m not alone
 Entah bagaimana saya tahu saya tidak sendirian
 
So save us, just so we know
 Jadi selamatkan kami, supaya kami tahu
That the bitter taste, we need it
 Bahwa rasa pahit, kami membutuhkannya
And we forgive ourselves and leave it all
 Dan kita memaafkan diri kita sendiri dan meninggalkan semuanya
In the space that’s between right and wrong
 Di ruang itu antara benar dan salah
The better days deceived us
 Hari-hari yang lebih baik menipu kita
And we let ourselves believe it all
 Dan kami membiarkan diri kami mempercayai itu semua
And god just bites his tongue
 Dan tuhan hanya menggigit lidahnya
(God just bites his tongue)
 (Tuhan hanya menggigit lidahnya)
 
We chase the seconds away
 Kami mengejar detik-detik itu
Like the wind and the rain
 Seperti angin dan hujan
(I always loved the storm)
 (Saya selalu menyukai badai)
We pray to see better days
 Kami berdoa untuk melihat hari yang lebih baik
(Please God be willing)
 (Tolong Tuhan bersedia)
 
So save us, just so we know
 Jadi selamatkan kami, supaya kami tahu
That the bitter taste, we need it
 Bahwa rasa pahit, kami membutuhkannya
And we forgive ourselves and leave it all
 Dan kita memaafkan diri kita sendiri dan meninggalkan semuanya
Beneath it all, between the right and wrong
 Di bawah semuanya, antara yang benar dan yang salah
The better days deceived us
 Hari-hari yang lebih baik menipu kita
And we let ourselves believe it all
 Dan kami membiarkan diri kami mempercayai itu semua
And god just bites his tongue
 Dan tuhan hanya menggigit lidahnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *